Kabar gembira... CV. ASTRO hadir dan buka cabang di JAKARTA & sekitarnya
Powered by MaxBlogPress 
17
Aug

Kami dari CV. ASTRO Total Solution mengucapkan selamat hari Raya Galungan dan Kuningan kepada umat Hindu. Semoga Ida Sanghyang Widhi Wasa (Tuhan Yang Maha Esa) memberikan anugerahnya kepada kita semua.

Om Shanti, Shanti, Shanti, Om…Semoga Damai di hati, Damai di dunia, dan Damai selalu

Hari Raya Galungan

Seputar Galungan

Sejarah Hari Raya Galungan masih merupakan misteri. Dengan mempelajari pustaka-pustaka, di antaranya Panji Amalat Rasmi (Jaman Jenggala) pada abad ke XI di Jawa Timur, Galungan itu sudah dirayakan. Dalam Pararaton jaman akhir kerajaan Majapahit pada abad ke XVI, perayaan semacam ini juga sudah diadakan. Menurut arti bahasa, Galungan itu berarti peperangan. Dalam bahasa Sunda terdapat kata Galungan yang berarti berperang.

Parisadha Hindu Dharma menyimpulkan, bahwa upacara Galungan mempunyai arti Pawedalan Jagat atau Oton Gumi. Tidak berarti bahwa Gumi/ Jagad ini lahir pada hari Budha Keliwon Dungulan. Melainkan hari itulah yang ditetapkan agar umat Hindu di Bali menghaturkan maha suksemaning idepnya ke hadapan Ida Sang Hyang Widhi atas terciptanya dunia serta segala isinya. Pada hari itulah umat angayubagia, bersyukur atas karunia Ida Sanghyang Widhi Wasa yang telah berkenan menciptakan segala-galanya di dunia ini.

Ngaturang maha suksmaning idép, angayubagia adalah suatu pertanda jiwa yang sadar akan Kinasihan, tahu akan hutang budi.

Yang terpenting, dalam pelaksanaan upakara pada hari-hari raya itu adalah sikap batin. Mengenai bebanten tidak kami tuliskan secara lengkap dan terinci. Hanya ditulis yang pokok-pokok saja menurut apa yang umum dilakukan oleh umat. Namun sekali lagi, yang terpenting adalah kesungguhan niat dalam batin.

Dalam rangkaian peringatan Galungan, pustaka-pustaka mengajarkan bahwa sejak Redite Pahing Dungulan kita didatangi oleh Kala-tiganing Galungan. Sang Kala Tiga ialah Sang Bhuta Galungan, Sang Bhuta Dungulan dan Sang Bhuta Amangkurat. Disebutkan dalam pustaka-pustaka itu: mereka adalah simbul angkara (keletehan). Jadi dalam hal ini umat berperang, bukanlah melawan musuh berbentuk fisik, tetapi kala keletehan dan adharma. Berjuang, berperang antara dharma untuk mengalahkan adharma. Menilik nama-nama itu, dapatlah kiranya diartikan sebagai berikut:

1. Hari pertama = Sang Bhuta Galungan.
Galungan berarti berperang/ bertempur. Berdasarkan ini, boleh kita artikan bahwa pada hari Redite Pahing Dungulan kita baru kedatangan bhuta (kala) yang menyerang (kita baru sekedar diserang).
2. Hari kedua = Sang Bhuta Dungulan.
Ia mengunjungi kita pada hari Soma Pon Dungulan keesokan harinya. Kata Dungulan berarti menundukkan/ mengalahkan.
3. Hari ketiga = Sang Bhuta Amangkurat
Hari Anggara Wage Dungulan kita dijelang oleh Sang Bhuta Amangkurat. Amangkurat sama dengan menguasai dunia. Dimaksudkan menguasai dunia besar (Bhuwana Agung), dan dunia kecil ialah badan kita sendiri (Bhuwana Alit).

Pendeknya, mula-mula kita diserang, kemudian ditundukkan, dan akhirnya dikuasai. Ini yang akan terjadi, keletehan benar-benar akan menguasai kita, bila kita pasif saja kepada serangan-serangan itu. Dalam hubungan inilah Sundari-Gama mengajarkan agar pada hari-hari ini umat den prayitna anjekung jnana nirmala, lamakane den kasurupan. Hendaklah umat meneguhkan hati agar jangan sampai terpengaruh oleh bhuta-bhuta (keletehan-keletehan) hati tersebut. Inilah hakikat Abhya-Kala (mabiakala) dan metetebasan yang dilakukan pada hari Penampahan itu.

Menurut Pustaka (lontar) Djayakasunu, pada hari Galungan itu Ida Sanghyang Widhi menurunkan anugrah berupa kekuatan iman, dan kesucian batin untuk memenangkan dharma melawan adharma. Menghilangkan keletehan dari hati kita masing-masing. Memperhatikan makna Hari Raya Galungan itu, maka patutlah pada waktu-waktu itu, umat bergembira dan bersuka ria. Gembira dengan penuh rasa Parama Suksma, rasa terimakasih, atas anugrah Hyang Widhi. Gembira atas anugrah tersebut, gembira pula karena Bhatara-bhatara, jiwa suci leluhur, sejak dari sugi manek turun dan berada di tengah-tengah pratisentana sampai dengan Kuningan.

Penjor terpancang di muka rumah dengan megah dan indahnya. Ia adalah lambang pengayat ke Gunung Agung, penghormatan ke hadirat Ida Sanghyang Widhi. Janganlah penjor itu dibuat hanya sebagai hiasan semata-mata. Lebih-lebih pada hari raya Galungan, karena penjor adalah suatu lambang yang penuh arti. Pada penjor digantungkan hasil-hasil pertanian seperti: padi, jagung, kelapa, jajanan dan lain-lain, juga barang-barang sandang (secarik kain) dan uang. Ini mempunyai arti: Penggugah hati umat, sebagai momentum untuk membangunkan rasa pada manusia, bahwa segala yang pokok bagi hidupnya adalah anugrah Hyang Widhi. Semua yang kita pergunakan adalah karuniaNya, yang dilimpahkannya kepada kita semua karena cinta kasihNya. Marilah kita bersama hangayu bagia, menghaturkan rasa Parama suksma.
Kita bergembira dan bersukacita menerima anugrah-anugrah itu, baik yang berupa material yang diperlukan bagi kehidupan, maupun yang dilimpahkan berupa kekuatan iman dan kesucian batin. Dalam mewujudkan kegembiraan itu janganlah dibiasakan cara-cara yang keluar dan menyimpang dari kegembiraan yang berdasarkan jiwa keagamaan. Mewujudkan kegembiraan dengan judi, mabuk, atau pengumbaran indria dilarang agama. Bergembiralah dalam batas-batas kesusilaan (kesusilaan sosial dan kesusilaan agama) misalnya mengadakan pertunjukkan kesenian, malam sastra, mapepawosan, olahraga dan lain-lainnya. Hendaklah kita berani merombak kesalahan-kesalahan/ kekeliruan-kekeliruan drsta lama yang nyata-nyata tidak sesuai atau bertentangan dengan ajaran susila. Agama disesuaikan dengan desa, kala dan patra. Selanjutnya oleh umat Hindu di Bali dilakukan persernbahyangan bersama-sama ke semua tempat persembahyangan, misalnya: di sanggah/ pemerajan, di pura-pura seperti pura-pura Kahyangan Tiga dan lain-lainnya. Sedangkan oleh para spiritualis, Hari Raya Galungan ini dirayakan dengan dharana, dyana dan yoga semadhi.

Persembahan dihaturkan ke hadapan Ida Sanghyang Widhi dan kepada semua dewa-dewa dan dilakukan di sanggah parhyangan, di atas tempat tidur, di halaman, di lumbung, di dapur, di tugu (tumbal), di bangunan-bangunan rumah dan lain-lain.
Seterusnya di Kahyangan Tiga, di Pengulun Setra (Prajapati), kepada Dewi Laut (Samudera) Dewa Hutan (Wana Giri) di perabot-perabot / alat-alat rumah tangga dan sebagainya.

Widhi-widhananya untuk di Sanggah/ parhyangan ialah: Tumpeng penyajaan, wewakulan, canang raka, sedah woh, penek ajuman, kernbang payas serta wangi-wangian dan pesucian. Untuk di persembahyangan (piasan) dihaturkan tumpeng pengambean, jerimpen, pajegan serta dengan pelengkapnya. Lauk pauknya sesate babi dan daging goreng, daging itik atau ayarn, dibuat rawon dan sebagainya. Sesudah selesai menghaturkan upacara dan upakara tersebut kemudian kita menghaturkan segehan tandingan sebagaimana biasanya, untuk pelaba-pelaba kepada Sang Para Bhuta Galungan, sehingga karena gembiranya mereka lupa dengan kewajiban- kewajibannya mengganggu dan menggoda ketentraman batin manusia.

Demikianlah hendaknya Hari Raya Galungan berlaku dengan aman dan diliputi oleh suasana suci hening, mengsyukuri limpahan kemurahan Ida Sanghyang Widhi untuk keselamatan manusia dan seisi dunia. Pada hari Saniscara Keliwon Wuku Kuningan (hari raya atau Tumpek Kuningan), Ida Sanghyang Widhi para Dewa dan Pitara-pitara turun lagi ke dunia untuk melimpahkan karuniaNya berupa kebutuhan pokok tersebut.
Pada hari itu dibuat nasi kuning, lambang kemakmuran dan dihaturkan sesajen-sesajen sebagai tanda terimakasih dan suksmaning idep kita sebagai manusia (umat) menerima anugrah dari Hyang Widhi berupa bahan-bahan sandang dan pangan yang semuanya itu dilimpahkan oleh beliau kepada umatNya atas dasar cinta-kasihnya. Di dalam tebog atau selanggi yang berisi nasi kuning tersebut dipancangkan sebuah wayang-wayangan (malaekat) yang melimpahkan anugrah kemakmuran kepada kita semua.
Demikian secara singkat keterangan-keterangan dalam merayakan hari Raya Galungan dan Kuningan dalam pelaksanaan dari segi batin.

Kesimpulan :

* Dalam menyambut dan merayakan hari-hari raya itu, bergembiralah atas anugrah Hyang Widhi dalam batas-batas kesusilaan agama dan keprihatinan bangsa.
* Terangkan hati, agar menjadi Çura, Dira dan Deraka (berani, kokoh dan kuat), dalam menghadapi hidup di dunia.
* Hemat dan sederhanalah dalam mempergunakan biaya.
* Terakhir dan bahkan yang terpenting ialah mohon anugrah Hyang Widhi dengan ketulusan hati.

Om, sampurna ya nama swaha.
Om, sukham bhawantu.

Source : Babad Bali

Dibawah ini adalah Posting yang berhubungan dengan diatas :

  1. Selamat Hari Raya GALUNGAN, NYEPI, dan KUNINGAN Kami dari CV. ASTRO mengucapkan Selamat Hari Raya Galungan, Nyepi, dan Kuningan kepada Umat Hindu yang merayakannya pada tanggal 18, 26, dan 28 Maret 2009. Semoga kita semua berada dalam...
  2. Ucapan Selamat Hari Raya Galungan (12 Mei 2010) dan Kuningan (22 Mei 2010) Tanpa terasa, hari kemenangan sudah dekat. Tepat tanggal 12 Mei 2010, Rabu Kliwon wuku Dunggulan adalah hari raya Galungan. Disusul 10 hari kemudian, tepatnya Sabtu kliwon wuku Kuningan tanggal 22...
  3. SMS – Kartu Ucapan Selamat Hari Raya Galungan dan Kuningan-Hindu Hari Kemenangan telah dekat, kemenangan Dharma melawan aDharma (kebajikan mengalahkan kejahatan). Di hari yang suci ini, mari kita hening sejenak dan bersyukur ke hadapan Ida Sanghyang Widhi Wasa. Kami keluarga...
  4. Makna Hari Raya Galungan dan Kuningan Hari Raya Galungan dan Kuningan semakin dekat. Galungan yang jatuhnya setiap Budha Kliwon wuku Dunggulan, dibulan ini akan jatuh tepat pada minggu kedua. Begitu juga hari Raya Kuningan, yang jatuh...
  5. Selamat Hari Raya Nyepi tahun Baru Saka 1931 Kami dari CV. ASTRO mengucapkan selamat Hari Raya Nyepi tahun baru Saka 1931 tanggal 26 Maret 2009 kepada umat Hindu. Semoga tercipta damai di hati, damai di dunia, dan damai...
 | Tags : , , , ,, selamat hari raya galungan, ucapan selamat hari raya galungan, cache:npgFqn3r0FQJ:cvastro com/salam/kontraktor-bali-selamat-hari-raya-galungan-dan-kuningan/ ucapan hari raya Galungan & Kuningan, ucapan galungan, sms galungan, ucapan selamat hari galungan, ucapan hari raya galungan, ucapan hari raya galungan dan kuningan, ucapan selamat galungan, gambar ucapan selamat hari raya galungan, gambar hari raya galungan, ucapan selamat hari raya galungan dan kuningan, selamat hari raya galungan dan kuningan, kartu ucapan hari raya galungan, hari raya galungan di bali, bahasa bali selamat hari raya nyepi, kartu galungan, ucapan selamat hari raya nyepi dalam bahasa bali, ucapan galungan bahasa bali, kata-kata mutiara hari raya galungan, ucapan selamat galungan bahasa bali, kartu ucapan galungan, ucapan nyepi bahasa bali, kartu galungan dan kuningan, Ucapan hari raya galungan & kuningan, KATA MUTIARA GALUNGAN, ucapan galungan dan kuningan menurut lontar, Kartu Ucapan Selamat Hari Raya Galungan, ucapan selamat hari raya galungan&kuningan, ucapan selamat hari raya galungan dalam bahasa bali, ucapan mutiara untuk galungan dan kuningan, ucapan hariraya galungan dan kuningan, gambar ucapan galungan, gambar ucapan hari raya galungan, cv hutan agung raya, selamat nyepi bahasa bali, kata mutiara ucapan selamat hari raya galungan, ucapan selamat menyambut hari raya galungan dan kuningan, kata kata mutiara selamat hari raya galungan, kartu selamat hari raya galungan & kuningan, kartu hari raya galungan, kata mutiara ucapan hari raya galungan, bahasa bali untuk hari raya galungan dan kuningan, kartu ucapan hari galungan, selamat hari kuningan, selamat galungan, gambar galungan & Kuningan, ucapan hari galungan, galungan dan kuningan di bali, ucapan selamat hari galungan dan kuningan, ucapan selamat hari raya galungan bahasa bali, ucapan selamat galungan dan kuningan, galungan hari ini, kata ucapan selamat hari raya untuk umat hindu, ucapan selamat hari nyepi bahasa bali, mengucapkan hari raya galungan dalam bahasa bali, selamat galungan dan kuningan, kata-kata galungan & kuningan bahasa bali, kata kata mutiara hari raya galungan dan kuningan, Riwayat Hari Raya Galungan di Bali, kata kata indah ucapan selamat hari raya galungan, rangkaian kata kata ucapan hari raya galungan dan kuningan, sms MENYAMBUT HARI RAYA GALUNGAN DAN KUNINGAN, Lambang CV Kontraktor, kata mutiara untuk hari raya galungan dan kuningan, kata selamat galungan, kata ucapan hari raya kuningan, kata selamat hari raya nyepi dalam bahasa bali, sms ucapan selamat hari raya galungan dan kuningan, sms hari raya galungan, kata selamat harigalungan, sms ucapan raya galungan, kata ucapan hari galungan dan kuningan, kata-kata ucapan selamat hari raya galungan 2010, kata ucapan selamat hari galungan, sms selamat hari raya galungan dan kuningan, kuningan bali, ucapan galungan dalam bahasa bali, selamat hari nyepi dalam bahasa bali, kata - kata selamat hari raya galungan dan kuningan, ucapan selamat untuk kuningan dan galungan, ucapan selamat galungan dan kuningan dalam bahasa bali, gambar-gambar tentang hari raya galungan, contoh kartu ucapan galungan, cara ucapan selamat hari raya galungan dan kuningan, galungan bahasa bali, gambar kartu ucapan galungan dan kuningan, ucapan selamat galungan dalam bahasa bali, ucapan selamat hri raya galungan, ucapan selamat hari raya galungan dan kuningan 2010, hari raya galungan dan kuningan, ucapan selamat hari raya galungan & kuningan, kartu ucapan hari raya galungan dan kuningan, foto ucapan hari raya galungan, kartu selamat hari raya galungan dan kuningan, kartu ucapan galungan dan kuningan, selsmst hari raya galungan, ucapan selamat hari raya galungan & kuningan bahasa bali, sms hari raya nyepi bahasa bali, sms galungan & kuningan
Kategori : Salam

Random Info

Brand…Brand…dan Branding (catatan coffee break weekend)

Hmmm… mahalnya harga sebuah branding, itu adalah sebuah fakta…jadi waspadalah..waspadalah.. (Oops! kok kesana arahnya? ). Pengertian branding tidak hanya menyangkut pada sebuah nama saja namun...

Baca lebih lanjut »

Selamat Hari Raya Nyepi tahun Baru Saka 1931

Kami dari CV. ASTRO mengucapkan selamat Hari Raya Nyepi tahun baru Saka 1931 tanggal 26 Maret 2009 kepada umat Hindu. Semoga tercipta damai di hati,...

Baca lebih lanjut »

Asta Kosala Kosali : Fengshui Bali – Tata letak ruang Rumah Bali

Asta Kosala Kosali merupakan Fengshui-nya Bali, adalah sebuah tata cara, tata letak, dan tata bangunan untuk bangunan tempat tinggal serta bangunan tempat suci yang ada...

Baca lebih lanjut »

Tips ganti Bola lampu pijar – Neon – Bohlam agar aman

Mengganti bola lampu pijar atau neon atau bohlam memang mudah. Tapi jika tidak hati-hati justru bisa berakibat fatal seperti kesetrum dan kebakaran karena konsleting listrik...

Baca lebih lanjut »

Kompresor AC

Untuk sistem AC, salah satu komponen AC paling penting adalah kompresor, yang merupakan power unit dari sistem sebuah AC. Ketika AC dijalankan, kompresor mengubah fluida...

Baca lebih lanjut »

Berlangganan Artikel

Jika artikel ini bermanfaat, silahkan isikan alamat email Anda untuk berlangganan artikel CVASTROdotCom secara gratis melalui email.
Silakan Masukkan Alamat Email Anda dibawah ini :


Comments

Leave a comment

Copy Protected by Tech Tips's & Computer Tricks'sCopyProtect Wordpress Blogs.