AC konvensional vs AC Low wattage vs AC Inverter

Ada Seorang penelepon menghubungi kami,

ASTRO: Halo, selamat siang dengan ASTRO bisa dibantu…
Penelepon: Hello…. Selamat Siang juga. Ada AC yang hemat listrik?
ASTRO: Ada, Bapak perlunya berapa unit dan berapa PK?
Penelepon: Saya cuma perlu 1 unit dan 1 PK, harganya berapa yaaa…
ASTRO: Kami ada jenis AC DAIKIN type Inverter yang hemat listrik…untuk Inverter AC DAIKIN harganya … bla bla…
Penelepon: Ow… koq mahal yaa.. Kmaren saya dapat AC yang Low Wattage lebih murah harganya…
ASTRO: Maaf Pak, itu type AC Low Wattage bukan Inverter
Penelepon: Oooow,.. brarti beda yaa… antara AC Low Wattage dan AC Inverter
ASTRO: Betul sekali Bapak…
Penelepon: Tak kirain sama… heee.,,,he,,,

dst…

Dari percakapan diatas, terlihat masih ada diantara kita yang menyamakan AC Low Wattage dengan AC Inverter….

Hmmmm…..

AC Konvensional tentu Anda sudah tahu, karena sejak AC dikeluarkan jenis AC ini sudah ada atau istilahnya “Kakek Buyutnya” AC :D . Namun seiring berkembangnya waktu dan adanya kemajuan teknologi, berbagai varian AC bermunculan diantaranya AC Low Wattage dan AC Inverter. 

AC Low Wattage

Daya listrik pada AC Low Wattage sebagian besar dikonsumsi oleh kompresor AC. Teknologi watt kecil menggunakan kompresor yang lebih kecil, sehingga daya listrik lebih kecil. Dan untuk mencapai kemampuan memindahkan panas yang sama (mis : 1 pk = 9000 BTU/hour), salah satu diantaranya adalah dengan memperkuat kipas angin di outdoor unit. Jika volume udara yang ditiup lebih banyak, maka panas yang dibuang juga lebih banyak. Untuk lebih jelas, silakan lihat cara kerja sistem AC

AC konvensional 1 pk pada umumnya memerlukan daya 800 – 880 watt. Sharp Sayonara Panas 3 type AH/AP 9 KHL dengan kapasitas 1 pk hanya 690 watt dengan harga 3.75jt sudah termasuk pipa dan kabel @ 5m, bracket dan biaya pasang. Lantas LG dengan Hercules S09LPBX meng claim paling hemat 670 watt hanya dengan 3.25jt.
Panasonic? Sang Market Leader kategori AC pernah mencoba dengan ALOWA kapasitas ½ pk, tapi kurang mendapat respons dari pasar. Kini bahkan merk merk dari negara Panda pun (GREE, Chang Hong) ikut meramaikan pasar AC Low Wattage

Dibandingkan AC konvensional, type Low Wattage lebih hemat listrik ± 20% dengan catatan, ada hal-hal yang harus diperhatikan :

  • Instalasi pipa AC yang menghubungkan unit indoor dan outdoor < 10 mtr
  • Selisih ketinggian antara unit outdoor dan indoor < 3 mtr
  • Outdoor lebih berisik
  • Laju pendinginan saat pertama dinyalakan lebih lambat

AC Inverter

Teknologi inverter sendiri sudah umum dipakai industri dalam proses produksi dengan tujuan “lebih cepat, lebih hemat dan lebih akurat” (tapi tentu saja harga lebih mahal). 3 (+1) Kelebihan tersebut juga berlaku pada AC inverter.

Bagaimana AC inverter bekerja?

AC inverter menggunakan kompresor dengan arus DC (Direct Current: arus searah), seperti arus listrik yang dihasilkan oleh batu baterai. Berbeda dengan kompresor dengan arus AC (Alternating Current: arus bolak balik) yang mempunyai kecepatan putaran motor yang konstant, motor DC kompresor mempunyai kecepatan putaran yang dapat diatur oleh seberapa besar arus listrik yang diberikan. Bayangkan mobil mainan, dengan baterai baru (arus listriknya kuat) akan ngebut, sementara jika baterainya sudah soak (arus listriknya lemah) jadi pelan.

Kata kunci yang kedua adalah regulasi (pengaturan), yaitu mengatur berapa arus listrik yang diberikan kepada kompresor.

Apa parameternya? Parameternya adalah perbedaan suhu, yaitu antara suhu ruangan yang sebenarnya dan suhu yang kita inginkan (suhu yang tertera di remote AC). Jika perbedaan suhunya besar, maka arus yang diberikan juga besar, supaya kompresor bekerja full power. Bahasa sederhananya, jika kamar belum dingin, ayo dinginkan secepat kamu bisa. Ini adalah kelebihan pertamanya yakni “Lebih Cepat”

Setelah beberapa saat suhu kamar turun (menjadi lebih dingin), sehingga perbedaan suhunya juga menjadi lebih kecil, maka arus menjadi lebih kecil, supaya kompresor bekerja slow down. Demikian seterusnya, pada akhirnya kompresor bekerja setengah hati dengan penggunaan arus listrik yang minimal. Ini kelebihan kedua “Lebih Hemat”

AC konvensional menggunakan thermostat untuk menjaga suhu kamar yang kita inginkan. Dalam arti, suhu yang di set sudah tercapai, maka kompresor mati. Setelah beberapa lama kamar menjadi kurang dingin, kompresor menyala kembali. Pada AC inverter dengan regulasinya, kompresor tidak pernah mati-nyala, suhu kamar lebih stabil. Kelebihan ketiga “Lebih Akurat”

Sehingga dibandingkan AC konvensional, type AC Inverter lebih hemat listrik ± 60% … wowww…

Tips untuk AC inverter:

  • Jenis Refrigerant yang digunakan R410A, saat ini lebih mahal 2-3x dari R22
  • Daya listrik rumah harus cukup besar, mengingat pada saat start AC Inverter justru wattnya besar. Besar diawal, sangat kecil di akhir
  • Teknis pemasangan agak berbeda dengan AC konvensional, jadi pastikan teknisi AC pernah atau sudah berpengalaman dengan AC inverter
  • Jangan pernah menyetel suhu pada remote 18ºC, sebab tagihan listrik akan membengkak. Set lah suhu pada 25 ºC dan bandingkan tagihan listrik dengan tetangga anda.
  • Jika tujuan anda adalah penghematan bayar listrik, maka AC inverter ini tidak cocok untuk kantor, restaurant, salon atau ruangan untuk kegiatan usaha yang beroperasi siang hari dengan lalu lintas orang keluar masuk ruangan yang terlalu sering.

Source: Mitra Maju Electronic

Silakan isi contact form dibawah ini untuk menghubungi kami:

Nama Anda:

Email Anda:

No. HP / Flexi (Contact Person):

Kota Anda:

Judul pesan:

Catatan:

Lampiran file (kalau ada):

Jawab dengan benar: 3 + 15 = 

Masukkan kode captcha dibawah ini:

Speak Your Mind

Rekomendasiclose